Gue Dibacaain Ayat Kursi

"Masa-masa paling indah adalah masa-masa sekolah". Tentu Sobat semua setuju banget dengan pendapat tersebut tanpa harus ngerti siapa yang pertama kali ngeluarin pendapat tersebut. Kalau sobat semua punya prinsip harus ngerti siapa yang ngeluarin pendapat pada semua hal, maka saya pastikan sobat semua akan jadi orang paling songong di muka bumi ini. Coba gue tanya, siapa yang pertama kali menyatakan bahwa semua orang akan ngerasain kenyang setelah makan dan ngerasain lapar sebelum makan? Yang bisa jawab tunjuk hidung!

Meski dulu waktu masih sekolah gak semua apa yang gue alami itu indah, tapi sekarang semuanya berubah jadi indah. Kayak cerita gue yang satu ini. Simak dengan saksama kemudian kerjakan soal yang menyertainya! 

Kisah ini gue alami sejak masih duduk di bangku tingkat sekolah menengah pertama. Namun kebenaran akan kisah ini baru terungkap semenjak gue berteman dengan seorang cewek setengah cowok yang menyebut dirinya sebagai "Putri Ceria". Gue sih ngerasa aneh dengan sebutan itu, lha wong tiap hari dia ngerasa sedih karena berat badannya makin hari makin bengkak sedangkan tinggi badannya gak pernah nambah. Coba sobat bayangin deh gimana bentuk teman gue yang satu itu. Kalau dalam benak sobat sekalian muncul tokoh "teletubis", maka sobat sekalian telah melakukan fitnah yang amat keji karena bentuk teman gue itu kayak "doraemaon".

Dulu waktu gue masih duduk di bangku madrasah tsanawiyah, gue terkenal sebagai sosok yang misterius. Bukan karena gue kalau pergi ke sekolah selalu mengenakan topeng atau berdandan layaknya "Ninja Hattori", tapi karena gue seorang yang pendiam. Gue termasuk tipikal orang yang susah bergaul dan digauli. Gue hanya bergaul dengan teman sekampung gue yang terkenal dengan sebutan "mantren jaya". Saat itu gue masih sangat polos sepolos kepala seorang profesor yang bisa dibuat ngaca.

Kemisteriusan dan kepolosan gue mengundang banyak tanya di benak kaum hawa yang belum menemukan adam. Ada tanda tanya besar yang muncul di atas kepala mereka sehingga mereka sering meletakkan kepala mereka di atas meja waktu pelajaran karena tidak kuat menanggung beban tanda tanya yang ada di atas kepala mereka.

Tanda tanya besar juga muncul di benak gue. Tapi untung leher gue masih kuat menahan beban itu sehingga kepala gue tetap tegak saat guru menjelaskan materi pelajaran. Tiap kali mereka berpapasan dengan gue, gue ngerasa ada yang aneh dengan mereka. Hampir semua cewek menunjukkan tanda-tanda alam yang sama, yaitu menunduk, menutupi muka dengan kerudung, dan mempercepat langkah mereka. Tingkah laku mereka yang seakan-akan mendakan akan terjadi letusan gunung merapi ini membuat gue bingung. Kebingungan ini memaksa gue untuk ngaca di depan kepala profesor untuk mengintrospeksi diri. Apa yang benar pada diri gue sehingga gue diperlakukan kayak gini oleh mereka? Perasaan gue sih tiap pagi sebelum berangkat sekolah pasti mandi kalau mau, seragam juga gak kusut-kusut amat, tapi kok gue dianggap aneh ya?

Hampir tiga tahun misteri itu tak terpecahkan, bahkan oleh detektif Conan sekalipun. Misteri itu tetap menjadi rahasia Ilahi sampai akhirnya ketemu dengan si putri ceria saat gue sekelas sama dia di madrasah aliyah. Dialah yang mengungkapkan alasan mengapa dia dan teman-temannya berprilaku aneh saat ketemu gue.

Ternyata mereka menunduk dan menutup wajah dengan kerudung serta mempercepat langkah karena takut dengan gue, bukan karena bau badan gue atau megilan dengan tampilan gue. Di balik kerudung, ternyata mereka membaca ayat kursi, Sob. Ya, ayat yang terkenal untuk mengusir dedemit dan sudara sebangsa dan setanah airnya. Namun sayangnya mereka membaca ayat kursi bukan untuk mengusir dedemit. Ayat kursi itu ditujukan ke gue. Bayangin Sob, gimana perasaan kalian umpama hal itu menimpa pada diri kalian? Tentunya lebih sakit ketimbang tertimpa tangga.

Saat gue konfirmasi tentang alasan mereka membaca ayat kursi yang ditujuin ke gue, jawabannya sepele. Ternyata mereka nyangka kalau gue ini punya ilmu pelet. Jadi mereka baca ayat kursi itu biar gak kena pelet gue. Sungguh menyakitkan jawaban sepele itu. Apa mereka gak mikir? Misalkan gue punya ilmu pelet pasti gue milih-milih cewek yang gue pelet lah. Pasti gue bakal milih cewek yang bisa gue manfaatin untuk ngerjain PR gue atau paling gak cewek yang mau nraktir gue tiap hari. Lha ngapain mereka yang gak masuk kriteria gue ikut-ikutan takut gue pelet. Ah, dasar cewek!


Related Posts:

0 Response to "Gue Dibacaain Ayat Kursi"

Posting Komentar