Cucu Menjadi Susu

Di sebuah kelas bilingual, seorang guru pengampu mata pelajaran Bahasa Indonesia mengajak seluruh siswa untuk mengucapkan huruf alfabet. Guru tersebut ingin tahu apakah pengujaran huruf alfabet murid-muridnya sedah benar sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar.

"Anak-anak, coba kalian ucapkan huruf alfabet bersama-sama!" perintah guru tersebut dengan tegas.

Murid-murid yang notabene tergolong murid ber-iq tinggi bengong karena bingung dengan perintah yang disampaikan gurunya. Bukan karena mereka tidak paham dengan perintah tersebut melainkan bingung dengan tujuan guru tersebut.

"Pak, kami ini kan murid kelas bilingual. Bapak tahu kan dengan kemampuan kami? Apa bapak meragukan intelegensi kami?" protes salah satu murid dengan logat kebarat-baratan.

"Sudah ikuti saja perintah bapak. Ayo anak-anak, kalian ucapkan bersama-sama!" tegas guru dengan nada yang agak meninggi.

Kali ini anak-anak tak bisa mengelak lagi. Mereka pun mengucapkannya dengan keras dan serempak.

"A, Be, Se, De, ......" ucap murid-murid dengan semangat empat lima.


"Bagus, tepuk tangan yang gemuruh untuk kalian!" puji guru kepada murid-muridnya.

"Gampang kan Pak, kami bilang apa, anak bilingual gitu loh," ucap salah seorang murid menyombongkan kepandaiannya.

"Sebentar, jangan sombong dulu. Sombong itu tidak baik lho. Sombong itu sifatnya setan yang terkutuk," nasihat guru kepada muridnya.


Sang guru kemudian menuliskan sebuah kalimat di papan tulis. Kalimat itu berbunyi "Nenek bangga melihat cucunya besar."

Kemudian guru itu memerintahkan kepada murid-murid di kelas itu.

"Coba kalian baca kalimat di papan tulis ini! Ingat, kalian tadi mengatakan bahwa huruf ce dibaca se lho!" perintah guru sambil mengingatkan murid-muridnya.

Dengan suara kelas dan kompak, murid-murid di kelas favorit itu pun membaca kalimat yang ditulis gurunya di papan tulis.

"Nenek bangga melihat su....." ucap para murid yang tidak berani melanjutkan hingga penuh kalimat yang ditulis gurunya.

Guru bertanya kepada murid-muridnya mengapa kok membacanya tidak sampai akhir. Para siswa pun hanya tersipu malu, khususnya siswa putri. 

Guru di kelas itu pun lantas menjelaskan dan menyimpulkan bahwa pelafalan huruf 'c' adah 'ce', bukan 'se'. Semua siswa akhirnya mengerti dan menyadari bahwa mereka telah salah dan melagalkan huruf 'c'.

Related Posts:

0 Response to "Cucu Menjadi Susu"

Posting Komentar