Terlambat Itu Lebih Baik

Baru mulai nge-blog di tahun 2016 mungkin bisa dikatakan telat bagi gue yang saat ini berusia 32 tahun. Namun bagi gue, terlambat itu lebih baik daripada gak sama sekali. Niat gue tuk nge-blog sebenernya sudah ada sejak dahulu kala, tapi niat itu baru dapat terwujud di akhir bulan Februari ini.

Motivasi gue untuk membuat tulisan via blog sih sederhana, yaitu memberi contoh kepada murid-murid gue tuk rajin nulis. Selama ini gue hanya bisa berkoar-koar di hadapan murid-murid gue tuk nulis, bagaimanapun wujud dan isi tulisannya. 

Motivasi gue yang lain adalah untuk mendokumentasikan peristiwa-peristiwa penting, agak penting, sangat penting, gak penting, agak gak penting, dan gak penting sama sekali. Gue sadar betul memori di otak gue semakin penuh dan lemot seiring bertambahnya usia gue. Dengan adanya dokumentasi ini, gue berharap anak cucu gue tahu kekonyolan yang gue lakukan dalam hidup gue.

Motivasi gue tambah berlipat ganda setelah ngelihat blog-blog kocak dari para blogger, utamanya Raditya Dika dan Kaesang Pangarep. Gue yakin mereka adalah manusia-manusia yang super sibuk, tapi nyatanya mereka bisa meluangkan waktu untuk nge-blog. Gue sebagai orang yang lebih super sibuk dibanding mereka berkeyakinan bisa menyaingi mereka.

Semoga aja dengan motivasi-motivasi yang dah gue sebutkan di atas, gue bisa menuangkan kejenuhan, keceriaan, kekesalan, celotehan, nasehat, dan kemarahan gue melalui tulisan. Kalau dulu sih, begitu marah atau kesal selalu gue ekspresikan lewat aksi-aksi nyata. Tapi sekarang kan ada Komnas HAM dan KPAI, jadi gue horor sendiri kalau berurusan dengan pihak-pihak gak penting tersebut. 

Satu lagi harapan yang sekaligus menjadi doa gue adalah semoga gue gak bosen nulis sebagaimana gue gak pernah bosen sama hidup, makan, dan istri gue. Semoga gue selalu mendapatkan ide-ide gak penting yang bisa gue sumbangkan untuk keuntungan orang lain. Satu lagi harapan gue, semoga gue bisa terus membayar tagihan internet di rumah gue sehingga bisa terus mengudara jauh tinggi ke tempat kau berada.

Related Posts:

0 Response to "Terlambat Itu Lebih Baik"

Posting Komentar